PERPAHI Resmikan Pusat Mediasi di Momentum HUT: Meneguhkan Nilai Kehormatan Hakim Lintas Generasi

Perhimpunan Purnabakti Hakim Indonesia (PERPAHI) memperingati hari ulang tahunnya yang Ke-32 dirangkaikan dengan Halal bi Halal dalam suasana hangat dan reflektif. Mengusung tema “Purnabakti dalam Jabatan, Abadi dalam Menjaga Kehormatan Hakim dan Nilai Peradilan Lintas Generasi”, kegiatan ini menegaskan bahwa pengabdian seorang hakim tidak berhenti pada akhir masa jabatan, melainkan berlanjut dalam bentuk kontribusi nilai dan keteladanan.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non-Yudisial, Dr. Dwiarso Budi Santiarto, yang menyampaikan pentingnya kesinambungan peran antara hakim aktif dan purnabakti dalam menjaga kredibilitas lembaga peradilan. Menurutnya, keberlanjutan sistem peradilan juga ditopang oleh kontribusi moral para hakim senior.

Pandangan reflektif turut disampaikan oleh Prof. Dr. H. Bagir Manan, yang menekankan bahwa nilai-nilai kehakiman harus terus dijaga dan diwariskan lintas generasi. Ia memandang purnabakti sebagai fase transformasi peran, dari pengambil putusan menjadi penjaga etika dan sumber kebijaksanaan hukum.

Turut hadir Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung, Dr. H. Prim Haryadi, yang menunjukkan dukungan terhadap penguatan sinergi antara hakim aktif dan purnabakti dalam ekosistem peradilan.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Umum PERPAHI, Prof. Dr. H. Mohammad Saleh, menegaskan pentingnya menjaga kehormatan hakim sebagai nilai yang melekat dan terus hidup, bahkan setelah purnabakti. Ia juga menyoroti peran strategis PERPAHI dalam berkontribusi terhadap perkembangan sistem hukum nasional.

Puncak acara ditandai dengan peresmian Pusat Mediasi PERPAHI oleh Prof. Dr. H. Mohammad Saleh bersama Prof. Takdir Rahmadi dan Prof. Dr. H. Supandi. Peresmian ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat peran PERPAHI, khususnya dalam pengembangan penyelesaian sengketa melalui jalur mediasi yang lebih efisien dan berkeadilan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi potong tumpeng sebagai simbol rasa syukur, diikuti pembagian doorprize yang menambah suasana kebersamaan. Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga penegasan bahwa nilai kehormatan hakim adalah warisan etik yang terus dijaga dan diwariskan lintas generasi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *